« Home | BC [Batak_Cyber] Amazing!! » | BC [Batak_Cyber] (OoT) Ketawa ala TransTV Live » | BC [Batak_Cyber] boneka » | BC [Batak_Cyber] CAMERA PHONE WITH BLUETOOTH FOR S... » | BC [Batak_Cyber] Photographing the photographer » | BC [Batak_Cyber] Cinta dan Tipe Kepribadian » | BC [Batak_Cyber] Yang menyedihkan, menyakitkan & m... » | BC [Batak_Cyber] FW: IBADAH PUASA DALAM AGAMA KRIS... » | Re: BC [Batak_Cyber] Jaket BC-update » | BC [Batak_Cyber] Technology in Year 3000 !!!! » 

donderdag, oktober 27, 2005 

BC [Batak_Cyber] Keturunan Pahlawan Nasional Sisingamaraja XII Minta Bandara Polonia Menjadi Udara Sisingamaraja XII

Keturunan Pahlawan Nasional Sisingamaraja XII Minta Bandara Polonia Menjadi
Udara Sisingamaraja XII
Porsea (SIB)
Raja Napatar Sinambela, keturunan Pahlawan Nasional yang berjuang mengusir
penjajah dari Tanah Batak Raja Sisingamangaraja XII mengungkapkan, bangsa
besar adalah bangsa yang menghargai sejarah. Dan untuk menghargai jasa-jasa
perjuangan Pahlawan Sisingamangaraja XII yang pada masa pemerintahan yang
lalu-lalu sempat tidak dimasukkan dalam Sknya sebagai pahlawan nasional
minta agar nama bandara Polonia yang ada di Medan untuk segera dirubah
namanya menjadi Bandar Udara Sisingamangaraja XII. Hal ini perlu segera
direalisasikan oleh Pemerintah Sumatera Utara untuk merubah nama bandar
udara dimaksud mengingat sejarah perjuangannya dan sebagai wujud penghargaan
atas  jasa-jasanya seperti halnya dengan bandar udara di daerah lain yang
membuat nama pahlawan asal daerah tersebut.
Demikian juga halnya Srikandy Batak yang ikut berjuang melawan penjajah
yakni Puteri Lopian, puteri Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII yang
tewas dalam pertempuran melawan penjajah, diharapkan pemerintah bisa untuk
memasukkan satu SK dengan nama pahlawan Sisingamangaraja XII sebagai
pahlawan Nasional. Karena selama ini nama "Srikandy" Puteri Lopian yang pada
usia 17 tahun telah ikut Pahlawan Sisingamangaraja XII berperang bergerilya
di hutan-hutan untuk mengusir penjajah dari tanah Batak.
Mengapa kami sebagai keturunan Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII
mengusulkan agar nama Puteri Lopian dimasukkan satu SK dengan nama Pahlawan
Nasional Sisingamangaraja yang merupakan ayah kandungnya dan dikatakan
Srikandi? Karena pada usia 17 tahun puteri Lopian telah ikut berjuang
melawan penjajah dengan cara bergerilya. Demikian juga di saat Belanda akan
mendekati daerah Pearaja Dairi, seluruh wanita dan anak-anak harus mengungsi
menyingkir dari daerah tersebut. Namun Puteri Lopian tidak pernah ikut
mengungsi akan tetapi ikut berjuang menghadang penjajah," ungkap Raja
Napatar Sinambela pada peresmian tugu jam dan patung puteri Lopian di
kompleks tanah lapang Porsea, Selasa (25/10).
Hadir pada peresmian Tugu jam dan patung Puteri Lopian yang dibuka dengan
doa serta ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua Tim Penggerak PKK
Tobasa Intan D Marpaung dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Tobasa Drs
Monang Sitorus SH MBA dan Kanjeng Pangeran Tarnama Sinambela Kusumonegoro
(donateur pembangunan) putera asal Porsea, Ketua DPRD Tobasa Tumpal Sitorus
dan isteri, isteri wakil Bupati Tobasa Mindo Tua Siagian boru Siahaan,
Brigjen Tarida Sinambela, Praeses Toba Hasundutan E Tampubolon, para Kadis
dan Kakan, anggota DPRD Tobasa, para Kades, Ketua PP Tobasa Tahan Tambunan
dan Ketua PMK Tobasa Viktor Manurung.
Dikatakan oleh Raja Napatar Sinambela, bahwa banyak masyarakat yang
berbicara mengenai pisau "Gaja Dompak" milik Raja Sisingamangaraja, akan
tetapi tidak mengetahui bagaimana bentuk sebenarnya dari pisau dimaksud.
Karena menurut sejarahnya, mulai dari Raja Sisingamangaraja yang pertama
hingga Raja Sisingamangaraja XI meninggal, maka pisau tersebut juga akan
hilang juga. Oleh karena tidak ada yang tahu bagaimana sebenarnya bentuk
dari pisau itu dan hanya yang memiliki kesaktian yang bisa membukanya. Dan
pisau tersebut juga akan kembali jika ada Sisingamangaraja.
Dikisahkan Raja Napatar, bahwa saat Raja Sisingamangaraja XII gugur, segala
peralatannya diambil oleh penjajah. Dimana yang tertinggal hanya bendera dan
cap Raja Sisingamangaraja XII yang diberikan oleh orang atau kelompok yang
tidak mau menyebutkan identitasnya.
"Pada masa perjuangan Raja Sisingamangaraja ada 3 kelompok masyarakat yang
digunakan oleh Belanda yakni kelompok penunjuk jalan, peterjemah dan
penghianat. Bendera dan cap tersebut kita peroleh dari kelompok yang tidak
mau menyebutkan identitas dirinya. Kita kehilangan sejarah karena mereka
tidak mau berbicara siapa mereka dan keluarga juga telah melakukan
upaya-upaya," ujar Raja Napatar seraya menerangkan arti-arti simbol dan
warna yang ada pada bendera Sisingamangaraja.
Bupati Tobasa Drs Monang Sitorus SH MBA dalam kesempatan tersebut
mengungkapkan, orang yang menghargai sejarah akan berhasil dalam hidupnya
dan saat ini di Tobasa harus diakui bersama sedang terjadi krisis
keteladanan. Dimana pada saat ini anak tidak lagi menghormati orang tuanya
dan demikian juga dengan seorang murid tidak lagi takut atau patuh pada
gurunya.
"Oleh karenanya saya selalu mengatakan bahwa untuk membangun Tobasa ini
kearah yang lebih baik harus bisa dibangun orang Tobasa yang tidak tinggal
di Tobasa. Dalam waktu dekat ini atas bantuan Plt Gubsu Rudolf Pardede akan
dibangun satu unit Poliklinik yang akan ditempatkan di Ajibata. Demikian
juga dengan jalan berbiaya Rp 700 juta akan dibangun di Tobasa," tutur
Monang Sitorus.
Sebelumnya Kanjeng Pangeran Tarnama Sinambela Kusumonegoro mengungkapkan,
pembangunan tugu jam dan patung Puteri Lopian ini adalah untuk melahirkan
puteri-puteri srikandi karena di waktu-waktu terakhir ini tidak ada lagi
pejuang-pejuang di daerah. Oleh karenanya kepada Bupati Tobasa dan ketua
DPRD Tobasa agar mengusulkan pendirian pembangunan patung puteri Lopian di
Bandar Udara Silangit dan juga mengusulkan mengubah nama bandara udara
Polonia menjadi bandara udara Sisingamangaraja XII.
Camat Porsea Drs Laurensius Sibarani pada kesempatan itu, mengatakan bahwa
pada saat pendirian monumen patung Puteri Lopian, langsung melaporkannya
kepada tokoh masyarakat kenegerian Patane dan para tokoh tersebut sangat
antusias atas keberadaan patung tersebut. Turut memberikan sepatah dua kata
ketua DPRD Tobasa Tumpal Sitorus dan Brigjen Tarida Sinambela dan tokoh
masyarakat Patane St MN Sirait. (EMT/k)






******************************************************************************************
Buat yang mau pesan Jaket BC Hub :rihart@sinspec.co.id,rihartcrystal@makalot.com.tw,021-5990443 & 08567000490 or rihart2001 ( YM )

Untuk Pembayaran Jaket BC :
Tommy Lond Togi Parsaoran,Bank Mandiri Cab.Thamrin 103-0000029492
Tommy Lond Togi Parsaoran Simamora Bank BCA Cab Slipi 084-1474057

Untuk confirm tolong bukti transfer di fax ke : 021- 021-3902012 a/n tommy Lond Togi Parsaoran Simamora

Batas pembayaran Jaket BC akhir Ocktober 2005
******************************************************************************************
"Masiamin-aminan songon lampak ni gaol, masitungkol-tungkolan songon suhat di robean"





SPONSORED LINKS
Corporate culture Business culture of china Bali indonesia
Indonesia hotel


YAHOO! GROUPS LINKS




kaitan utama

Een link maken

Tentang Batak

  • Batak adalah.... x
  • Batak Berasal dari....
Profile Batak
Didukung oleh Blogger
dan Blogger Templates
Go to resonansi