BC [Batak_Cyber] Tidak Tergantung Gaji
Tidak Tergantung Gaji
HINGGA sekarang masih banyak orang bertanya tentang hukum Tabur Tuai. Misalnya seorang karyawan atau buruh biasa. Mereka bertanya, apa gunanya menabur bila kemudian tuaiannya juga hanya sebesar gaji bulanan mereka.
Setelah kita bekerja, tentunya kita mesti mengikuti hukum-hukum Tuhan. Di sinilah pertanyaan itu muncul. Jika anda pegawai, apakah sesudah menabur juga akan menuai, karena anda biasanya hanya menyadari mendapatkan gaji seperti biasanya. Ada beberapa hal yang perlu diluruskan di sini. Saya akan menunjukkan kepada anda bahwa cara berpikir seperti itu sebenarnya salah.
Hidup kita sebenarnya tidak boleh tergantung dari gaji. Hidup kita tergantung dari Tuhan dan berkat-NYA. Jika kita bekerja, berharap dan berkata bahwa pendapatan hanya dari gaji saja, saya katakan itu salah. Sebab berkat kita datangnya dari Tuhan, bukan dari gaji.
"Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kami tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-NYA" (Kolose 3:22-24).
Bila kita memperhatikan, tertulis jelas bahwa dari Tuhan-lah kita menerima bagian yangditentukan sebagai upah, jadi upah kita itu dari Tuhan sementara gaji adalah kewajiban atasan atau pimpinan kita untuk membayar jam kerja kita. Tetapi gaji bukanlah sumber keuangan kita. Sumber keuangan kita atau sumber upah kita haruslah Tuhan. Makanya jika kita bekerja, lakukanlah seperti untuk Tuhan. Dengan demikian, Tuhan yang akan mengupahi anda dan saya, bukan lembaga atau institusi.
Tetapi banyak orang yang hatinya terpaut pada lembaga yang menggajinya, apakah itu bentuknya gereja, perusahaan atau institusi lain. Mereka mengatakan, institusi itulah yang menggaji mereka. Tapi Alkitab mengatakan upah kita dari Tuhan, bukan dari manusia. Artinya, jika kita mempercayai Tuhan yang mengupahi kita, maka yang kita terima tidaklah terbatas pada gaji semata-mata.
Tuhan sanggup membukakan pintu berkat yang luar biasa dari berbagai sumber, bahkan dari yang tidak kita duga sekalipun. Tuhan sanggup untuk memberikannya kepada kita, oleh karena kita bekerja dengan segenap hati seperti untuk Tuhan.
"Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kami taat kepada Kristus, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan" (Efesus 6:5-8).
Bayangkan, pada dua jemaat di tempat yang berjauhan Paulus mengatakan hal yang sama, ini berarti Tuhan memiliki pesan yang kuat. Balasan dari perbuatan atau pekerjaan kita bukanlah gaji kita, bukan dari pimpinan di dunia ini tetapi datangnya dari Tuhan. Jadi Allah yang mengupahi kita.
Bila anda sekarang bekerja, berkatalah "Ini adalah pekerjaan Tuhan, perusahaan milik Tuhan, pabrik milik Tuhan. Aku bekerja untuk Tuhan. Aku taat untuk Tuhan." Kerjakanlah dengan segenap hati, maka nantinya bukan hanya pimpinan di tempat anda bekerja yang menggaji anda melainkan Tuhan yang mengupahi anda.
Sekarang, bagaimana sikap hati kita sebagai seorang pekerja Kristen? "Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?" (Lukas 16:12).
Jika anda bekerja asal-asalan, tanpa tanggung jawab, tanpa berkata "ini milik Tuhan", maka anda sedang menutup berkat Tuhan bagi hidup anda sendiri. Seharusnya bila orang percaya bekerja, akanlah baik seperti Yakub dan Yusuf. Ke mana pun mereka bekerja, berkat Tuhan menyertai mereka dengan luar biasa sehingga menyukakan pimpinan mereka, karena tempat mereka bekerja juga diberkati. Kehadiran kita bisa menjadi berkat amat besar dalam kehidupan pimpinan kita, perusahaan kita. Yakub tidak mengkorupsi sedikitpun binatang milik Laban. Ini adalah contoh yang baik bagaimana seharusnya orang Kristen bekerja. Yusuf juga menunjukkan contoh yang luar biasa. Apapun yang dikerjakannya, Tuhan menjadikannya berhasil dan melimpahkan kasih setia kepadanya dan membuat Yusuf sebagai kesayangan kepala penjara. Sehingga Yusuf pun menjadi kepercayaannya. Inilah sikap kita sebagai orang Kristen, jika kita bekerja.
Lalu bagaimana bila pimpinan kita juga anak Tuhan? Kebanyakan orang Kristen justru memanfaatkan keuntungan tersebut dengan banyak mengambil cuti, libur dengan alasan pelayanan atau alasan lain untuk tujuan pribadi. Tetapi saya berdoa biarlah kita menjadi orang-orang yang bekerja dengan benar di hadapan Tuhan.
"Jika tuan mereka seorang percaya, janganlah ia kurang disegani karena bersaudara dalam Kristus, melainkan hendaklah ia dilayani mereka dengan lebih baik lagi, karena tuan yang menerima berkat pelayanan mereka ialah saudara yang percaya dan yang kekasih. Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini" (1 Timotius 6:2)
Sumber: Pdt Petrus Agung Purnomo
Hidup Berkelimpahan di dalam Kristus - Seri 21
HINGGA sekarang masih banyak orang bertanya tentang hukum Tabur Tuai. Misalnya seorang karyawan atau buruh biasa. Mereka bertanya, apa gunanya menabur bila kemudian tuaiannya juga hanya sebesar gaji bulanan mereka.
Setelah kita bekerja, tentunya kita mesti mengikuti hukum-hukum Tuhan. Di sinilah pertanyaan itu muncul. Jika anda pegawai, apakah sesudah menabur juga akan menuai, karena anda biasanya hanya menyadari mendapatkan gaji seperti biasanya. Ada beberapa hal yang perlu diluruskan di sini. Saya akan menunjukkan kepada anda bahwa cara berpikir seperti itu sebenarnya salah.
Hidup kita sebenarnya tidak boleh tergantung dari gaji. Hidup kita tergantung dari Tuhan dan berkat-NYA. Jika kita bekerja, berharap dan berkata bahwa pendapatan hanya dari gaji saja, saya katakan itu salah. Sebab berkat kita datangnya dari Tuhan, bukan dari gaji.
"Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kami tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-NYA" (Kolose 3:22-24).
Bila kita memperhatikan, tertulis jelas bahwa dari Tuhan-lah kita menerima bagian yangditentukan sebagai upah, jadi upah kita itu dari Tuhan sementara gaji adalah kewajiban atasan atau pimpinan kita untuk membayar jam kerja kita. Tetapi gaji bukanlah sumber keuangan kita. Sumber keuangan kita atau sumber upah kita haruslah Tuhan. Makanya jika kita bekerja, lakukanlah seperti untuk Tuhan. Dengan demikian, Tuhan yang akan mengupahi anda dan saya, bukan lembaga atau institusi.
Tetapi banyak orang yang hatinya terpaut pada lembaga yang menggajinya, apakah itu bentuknya gereja, perusahaan atau institusi lain. Mereka mengatakan, institusi itulah yang menggaji mereka. Tapi Alkitab mengatakan upah kita dari Tuhan, bukan dari manusia. Artinya, jika kita mempercayai Tuhan yang mengupahi kita, maka yang kita terima tidaklah terbatas pada gaji semata-mata.
Tuhan sanggup membukakan pintu berkat yang luar biasa dari berbagai sumber, bahkan dari yang tidak kita duga sekalipun. Tuhan sanggup untuk memberikannya kepada kita, oleh karena kita bekerja dengan segenap hati seperti untuk Tuhan.
"Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kami taat kepada Kristus, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan" (Efesus 6:5-8).
Bayangkan, pada dua jemaat di tempat yang berjauhan Paulus mengatakan hal yang sama, ini berarti Tuhan memiliki pesan yang kuat. Balasan dari perbuatan atau pekerjaan kita bukanlah gaji kita, bukan dari pimpinan di dunia ini tetapi datangnya dari Tuhan. Jadi Allah yang mengupahi kita.
Bila anda sekarang bekerja, berkatalah "Ini adalah pekerjaan Tuhan, perusahaan milik Tuhan, pabrik milik Tuhan. Aku bekerja untuk Tuhan. Aku taat untuk Tuhan." Kerjakanlah dengan segenap hati, maka nantinya bukan hanya pimpinan di tempat anda bekerja yang menggaji anda melainkan Tuhan yang mengupahi anda.
Sekarang, bagaimana sikap hati kita sebagai seorang pekerja Kristen? "Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?" (Lukas 16:12).
Jika anda bekerja asal-asalan, tanpa tanggung jawab, tanpa berkata "ini milik Tuhan", maka anda sedang menutup berkat Tuhan bagi hidup anda sendiri. Seharusnya bila orang percaya bekerja, akanlah baik seperti Yakub dan Yusuf. Ke mana pun mereka bekerja, berkat Tuhan menyertai mereka dengan luar biasa sehingga menyukakan pimpinan mereka, karena tempat mereka bekerja juga diberkati. Kehadiran kita bisa menjadi berkat amat besar dalam kehidupan pimpinan kita, perusahaan kita. Yakub tidak mengkorupsi sedikitpun binatang milik Laban. Ini adalah contoh yang baik bagaimana seharusnya orang Kristen bekerja. Yusuf juga menunjukkan contoh yang luar biasa. Apapun yang dikerjakannya, Tuhan menjadikannya berhasil dan melimpahkan kasih setia kepadanya dan membuat Yusuf sebagai kesayangan kepala penjara. Sehingga Yusuf pun menjadi kepercayaannya. Inilah sikap kita sebagai orang Kristen, jika kita bekerja.
Lalu bagaimana bila pimpinan kita juga anak Tuhan? Kebanyakan orang Kristen justru memanfaatkan keuntungan tersebut dengan banyak mengambil cuti, libur dengan alasan pelayanan atau alasan lain untuk tujuan pribadi. Tetapi saya berdoa biarlah kita menjadi orang-orang yang bekerja dengan benar di hadapan Tuhan.
"Jika tuan mereka seorang percaya, janganlah ia kurang disegani karena bersaudara dalam Kristus, melainkan hendaklah ia dilayani mereka dengan lebih baik lagi, karena tuan yang menerima berkat pelayanan mereka ialah saudara yang percaya dan yang kekasih. Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini" (1 Timotius 6:2)
Sumber: Pdt Petrus Agung Purnomo
Hidup Berkelimpahan di dalam Kristus - Seri 21
Rudy Lumban Tobing
Account Representative
Nafiri Sion Technology
Nafiri Sion Technology
0818-800046 - 021-92649964
Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.
******************************************************************************************
Buat yang mau pesan Jaket BC Hub :rihart@sinspec.co.id,rihartcrystal@makalot.com.tw,021-5990443 & 08567000490 or rihart2001 ( YM )
Untuk Pembayaran Jaket BC :
Tommy Lond Togi Parsaoran,Bank Mandiri Cab.Thamrin 103-0000029492
Tommy Lond Togi Parsaoran Simamora Bank BCA Cab Slipi 084-1474057
Untuk confirm tolong bukti transfer di fax ke : 021- 021-3902012 a/n tommy Lond Togi Parsaoran Simamora
Batas pembayaran Jaket BC akhir Ocktober 2005
******************************************************************************************
"Masiamin-aminan songon lampak ni gaol, masitungkol-tungkolan songon suhat di robean"
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "Batak_Cyber" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
Batak_Cyber-unsubscribe@yahoogroups.com
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

